Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Wednesday, 8 December 2010

srikandi hukum, Albertina HO (y)

Hakim Ketua Albertina HO (kanan)

eng ing eng~
demi apapun gue ngefans bangettttttt sama cewe yang satu ini. Hakim Ketua Albertina HO.
liat kan di TV waktu dia meriksa gayus tambunan, cirus sinaga, dan yang lainnya itu?
sedeepppp. ini nih baru yang namanya hakim. hakim betulan, bukan boongan.
gue suka gabisa GAnonton TV kalau uda ada acara sidang-sidangan gitu, apalagi sidangnya gayus dan ada Albertina HO ini. wah asli deh gue ga akan ketinggalan.
mau tayang jam berapa sih? 12 malem? gue jabaniinnnnn.
Albertina HO menurut gue adalah sosok cewe yang sexy. sexy karena dia pinter banget apalagi kalau uda masalah introgasi gitu. wah pertanyaan gileeeee, licin banget. 
dia itu kayanya emang terlahir buat jadi hakim sejati kali ya.
noh pemerintah, dan kita khususnya, harus bersyukur karena masih ada hakim kaya Albertina HO ini. Cewe-cewe juga bukan sembarang cewe. tegas, berani dan keras apalagi sama orang-orang yang uda ngerugiin negara, orang-orang yang seperti tikus-tikus itu.
aku harap masih banyaaakkkk lagi Albertina HO Albertina HO lainnya di luar sana, amin.
supaya apa coba?
supaya hukum di negara kita bisa di tegakin se tegak tegaknya. 
kasus gayus itu kasus yang apa ya? yang luar biasa parahnya mungkin menurut gue. 
selama proses persidangan gue suka merhatiin, ternyata uangnya gayus itu banyak banget. kayanya kalau uang gayus di kumpulin bisa beli seluruh pulau jawa kali ya. 
abisnya beneran deh gue, suer banyaaaaakkkkkk banget. ngeluarin uang puluhan miliar uda kaya ngeluarin recehan. beli rumah uda kaya beli cengek. gile euy eta.

ng... ohya selain itu, 
gue juga jadi tau sekarang ya kalau ternyata duit banyak itu bisa ngebeli segalanya. bahkan sampei aparat hukumnya juga bisa debeli.
tadi gue nonton TV sama nyokap gue, MetroTV sekitar jam 4n sore...
ada salah satu hakim, kalau ga salah nama hakimnya Asnun yang nanganin kasus gayus sms gini dong
"khusus untuk kopi saya tolong dtambah 100% apa 10.000kg gitu lupa lagi....." kata gayus ngejelasin ke ibu hakim.
ngerti ga? ngerti kaaaaannnn? ngeti doonnnggg ya.
miris banget dengernya ya.
ini jadi contoh buat kita semua, ini ngeliatin ke kita semua, kalau ternyata hukum di negara kita itu seperti ini. 
terkadang persamaan di depan hukum kaya yang di ajarin dalam pelajaran PPKN di sekolah itu sulit buat di wujudin secara nyata ya. 

terakhir dan yang paling masih terngiang di kuping gue adalah kata-katanya Albertina HO yang..
orang itu kalau benar tidak akan pernah takut.
kita baru khawatir karena menyembunyikan apa yang kita terima kalau itu tidak benar.
katanya dengan sorot mata yang tajam, pasti dan tentunya sexy buat gue hehe.
uda deh, seribu juta miliar persen gue ngefans banget sama Albertina HO. gue dukung terus deh ibu hakimmmm. mudah-mudahan kasus gayus bisa terungkap jelas ya bu...
dan buat calon-calon hakim, gue khususnya sangat berharap kalau kalian bisa meneladani Albertina HO ini.

jadilah hakim yang...
sejati.
lurus kedepan.
tidak tergoda oleh harta dan tahta.
berani dan tegas.
tidak takut pada tekanan tapi takutnya pada Tuhan.
ya...


tapi
kalau ada godaan gimana?
gue rasa rumusnya satu, "inget keluarga dan orangtua" 
(Y)

Wednesday, 24 November 2010

PAHLAWAN DEVISA


Sumiati, TKI asal NTB

TKI? Tenaga Kerja Indonesia. tau? ya jelas tau.
setiap aku nyetel TV, setiap liat berita, pastiiiiiiiiiiiii aja ada berita tentang TKI-TKI ini.
sedih banget ya, prihatin, miris.
orang-orang itu emang binatang. ng... TIDAK! mungkin lebih dari pada binatang. mereka biadab. tidak punya hati, sama sekali.
sudah denger kan, sudah baca kan? tentang penderitaan yang dialami salah satu TKI asal NTB, sumiati ini? 
dia mengalami penganiayaan berat di sekujur tubuhnya, bahkan bibir atas sebelah kirinya saja di gunting! BIADAB. dan lebih parahnya, di koran (Republika, 20 nov 2010) di tuliskan bahwa pemerintah Arab Saudi belum juga menahan keluarga yang telah menyiksa Sumiati ini.
astagfirullah, Arab Saudi itu negara Islam. Mayoritas penduduknya adalah muslim. Bagaimana hukum Islam ditegakkan disana?
Dan apakah Nabi Muhammad SAW pernah mengajarkan kita sebagai umatnya untuk menganiaya sesama? atau apakah orang tua kita pernah mengajarkan kita untuk menganiaya sesama? pernah kah?
kemudian ada lagi, kasus Harianti TKI yang pergi ke Arab Saudi dan ketika pulang ke tanah air kepalanya penuh bekas luka, dan matanya buta. (Republika, 23 nov 2010).
dan yang lebih mengiris hati adalah kasus Kikim Komalasari, TKI asal Cianjur-Jawa Barat. Tubuhnya ditemukan di tong sampah 3 hari sebelum Idul Adhal, dalam kondisi tidak bernafas. (Republika, 20 nov 2010)

TKI disebut juga, pahlawan devisa. 
logikanya, pahlawan berarti seseorang yang melakukan sesuatu yang baik untuk kita. dan ketika pahlawan devisa kita di beginikan, apa yang harus kita lakukan? masa kita mau diem aja pahlawan devisa kita dibeginikan?
TKI yang menjadi korban seperti ini tidak satu atau dua orang, tapi banyak! kenapa tidak belajar dari pengalaman? Indonesia itu kaya, kita tidak perlu mengirimkan TKI-TKI segala. kita tidak semiskin itu.
dan aku juga sangat heran kenapa orang-orang itu mau menjadi TKI?
apa karena tergiur dengan kesuksesan dan gaji yang besar? ya Tuhan, kurang cukupkah fakta-fakta ini untuk membuka mata mereka lebar-lebar?
kalau mereka bilang jadi TKI itu akan sukses, boleh. tapi apa ada jaminan dari omongannya itu? jaminan kalau mereka tidak akan berakhir seperti ini? ada?

pak presiden, gausah setuju kalau ada orang-orang yang mau jadi TKI. jangan biarin harga diri kita sebagai bangsa indonesia diinjak-injak terus.
kalau memang sesulit itu untuk tidak mengirimkan TKI ke luar negeri, tolonglah pengirimannya dibatasin. untuk negara-negara yang memang sering sekali melakukan tindak penganiayaan terhadap TKI, bisa kan di blacklist saja? tidak usah lagi kita mengirimkan TKI-TKI itu kesana, tidak usah sebelum benar-benar terjamin semuanya akan baik-baik saja.
pak, bapak tau ga? menurut saya, sebenernya memang ini bukan sepenuhnya salah mereka. mungkin mereka begitu karena tidak ada pilihan lain. mereka begitu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, untuk memberi makan keluarga mereka, untuk melihat anak-anak mereka bisa sekolah dan sukses. meskipun harus mati.
sedih banget pak, sedih banget.
coba ya pak, tanah indonesia ini kan luas, kita punya banyak insinyur-insinyur pertanian yang handal, kenapa tidak dimanfaatkan dengan sebaik mungkin?
jadi kaya bikin sawah yang luaaaaasssss sekali, dirancang sedemikian rupa. tujuannya satu, supaya tidak ada lagi yang kelaparan pak. beras-beras itu nanti diproduksi dengan sangat banyak dan dibagikan kepada masyarakat indonesia yang membutuhkan. kalaupun terlalu rugi untuk gratisan, bisa kan beras itu dijual dengan harga yang murah?
menurut saya ya pak, sesuatu yang mustahil dan diluar akal sehat itu bisa terjadi kalau kita mengalami kelaparan.
contoh, pencopet-pencopet itu ga mungkin kan nyopet tanpa sebab? pengemis juga, apa sebenernya mereka mau gitu jadi pengemis? TIDAK pak. karena mereka butuh makan, itu alasan pertama.
dan balik lagi, TKI-TKI itu juga ga mungkin mau jadi TKI padahal faktanya begini, kalau mereka tidak kesulitan dalam hal mencari makan.
jadi inti dari pada intinya, menurut saya kalau masalah perut uda diatasin, saya percaya ini akan terus berkembang dan berkembang kearah yang lebih baik.



pak, tegas ya pak. bapak harus tegas!
tolong,
buat kami percaya...

Saturday, 4 September 2010

guru

dimata gue, guru itu keren banget.
sabar ngadepin gue, apalagi guru matematika.
gapernah ngeluh ngajarin gue, apalagi guru bahasa.
gapernah nyerah ngelatih gue, apalagi guru olahraga.
ya, mereka...
guruguru yang hebat, yang menjadikan gue begini. kaya sekarang ini :)


guru dimata gue bukan seseorang yang mengajar di sekolah, tapi guru adalah seorang kakak.
mereka suka dengerin keluh kesah gue.
mereka ladenin gue kalau gue cerita yang sedikit melenceng dari materi pas jam pelajarannya.
mereka suka buat gue ketawa dan menjadikan gue lebih baik.
mereka mau ikut serta main petasan sama gue dan temanteman.
mereka mau ikut serta jalanjalan setiap gue dan anakanak kelas mengadakan acara jalanjalan.
mereka menerima gue apa adanya gue.
mereka buat gue merasa aman.
mereka itu sangat special, apalagi buat gue...

guru gue semuanya bagus dan keren.
tapi yang paling gue jagoin ada satu, Bu Atun Syamsiah.
gue sangat bersyukur sama Allah karena uda mempertemukan gue, uda membuat gue jauh lebih mengenal Bu Atun. Bu Atun itu walikelas gue waktu kelas 1 SMA. beliau guru Sosiologi dan PPKN.
Bu Atun buat gue adalah guru yang menjadi inspirasi terbesar dalam hidup gue.
Bu Atun bisa jadi Ibu yang sangat perhatian dan penyayang sekali, bisa jadi Ayah yang tegas dan disiplin, bisa jadi kakak yang gaol dan funky abiiisssss, bisa jadi teman curhat yang menenangkan hati.
Bu Atun, aku padamu banget lah!

ya,
untung ada guru ya.
gue jadi bisa baca, bisa nulis, bisa berhitung.
ngga cuman ini aja, mereka ngajarin guebanyak hal. mereka ga pernah tuh bosen negur gue kalau gue salah. Kalau gue ga pake kerudung waktu hari jumat, kalau gue ga pake rompi baju khas waktu hari kamis, kalau sepatu gue ga warna item, kalau gue makan di kantin jam pelajaran, kalau gue bohong ijin ke toilet taunya pulang, kalau gue lupa bawa tugas, kalau kuku gue panjang waktu jaman SD, ya ampuuuunnn masih banyak lagi.
mereka buat harihari di sekolah gue warnawarni. kadang kelam, kadang terang benderang, kadang datardatar aja, nanonano.

buat guruku ter cinta, ter sayang, ter unyu...
kalian itu sangat istimewa
tanpa kalian aku itu bukan apaapa
kalian itu sangat aku banggakan
tersenyum, dan selalu terlihat baikbaik saja.
terkadang mungkin kalian bisa menutup nutupinya dari aku, tapi terkadang kalian tidak bisa sama sekali.
dan itu adalah saatsaat yang sangat aku benci.
saat dimana aku merasa dipukul oleh palu raksaksa.
saat dimana aku merasa bodoh sekali.
iya, saat itu...
saat kalian menangis dibelakang aku dan aku tau.

guruku ter sayang, ter cinta, ter unyu
terimakasih ya,
terimakasih buat semuanya.
jangan sedih lagi, JANGAN!
To the world you may be one person, but to one person you may be the world!

IBUUUUUUUUUU, BAPAAAAAKKKKKK
i love you with everything i have.
yaaaaaaa, i did, i do, and i will~


regards,
fivi

Thursday, 29 July 2010

Diferensiasi sosial

di LKS sosiologi gue kelas XI, diferensiasi sosial atau perbedaan secara horizontal adalah tidak menunjukan perbedaan tingkatan hak dan kewajiban atau perbedaan status dan peran seseorang. Contoh, orang yang ahli dibidang mesin bukan berarti lebih tinggi dari orang yang ahli di bidang musik.

Dari kata2 ini, gue jadi punya suatu cara pandang sendiri, gue jadi punya suatu pemikiran sendiri, perbandingan sendiri kalau ternyata diferensiasi sosial ala sosiologi kadang ngga berjalan sesuai hukumnya yang horizontal dalam memandang suatu status dan peran seseorang. oke, kita ambil contoh profesi. kalian tau kenapa gue menyimpulkan kalau diferensiasi sosial ala sosiologi kadang ngga berjalan sesuai hukumnya yang horizontal?
ya...
karena yang gue liat, masih banyak orangorang yang mendiskriminasi golongan tertentu atau profesi tertentu.

nah
karena mama gue bilang sebelum menilai oranglain harus nilai diri sendiri dulu, maka mari kita bercermin terlebih dahulu.
ya intinya sih balik lagi ke gue semuanya~

Gue sebagai pelajar, sebagai ABG kadang juga ngelakuin hal yang sama. Gue pernah ko mendiskriminasi kelompok tertentu. Entah betapa bahagianya gue melihat kekurangan oranglain, mungkin alasan ini adalah salah satu jawaban kenapa manusia ngga ada yg sempurna dan pasti memiliki kekurangan. Coba fikir, kalau kita ngga punya kekurangan mungkin kita ngga akan begitu bahagianya melihat kekurangan orang lain (y)
yayaya
tapi itu dulu, sekarang malu sama umur gue sih whehehe

oke balik lagi ke pemikiran tentang kenapa diferensiasi sosial tidak sesuai dengan hukumnya yang horizontal?

Kenapa ya ada diskriminasi dalam status sosial seseorang, seperti pada profesi gitu? mmm
Padahal setiap profesi itu punya seni yang beda2. Padahal dengan adanya ketidaksamaan secara horizontal dalam profesi kita bisa liat bahwa keahlian yang dimilikin orangorang itu beraneka ragam.
pertanyaan yang muncul di otak gue adalah...
emang kenapa sih sama perbedaan?
perbedaan itu bukan suatu hal yang negatif yang harus diseragamkan
coba gue tanya, apa jadinya kalau semuanya seragam?
gimana kalau di dunia ini cewe semua?
mau apa lu?
please dong jangan merasa hebat dulu.

gue, nulis ini ada dasarnya.
ya...
inspirasi gue cuman 2 sebenernya.
profesi sebagai tukang angkot.
kenapa?
karena setiap berangkat dan pulang sekolah gue pasti naik angkot.
dan LKS sosiologi gue.
kenapa?
karena buat gue ini menarik untuk dibahas (mungkin)

mungkin kalian bertanya, APA HUBUNGANNYA tukang angkot dalam ketidaksesuaian hukum diferensiasi sosial dimata gue?
oke, ANGKOT.
lo tau ga betapa pentingnya mereka ketika gue berangkat sekolah? PENTING BANGET.
angkot itu memang kendaraan yang cukup buat gue berdebat dengan logika dan hati nurani.
angkot itu memang kendaraan yang sangat memacu emosi para mobil2 bagus, memang.

kalau gue naik angkot, gue buru2, eeeeehhhh si abangnya malah mampir dulu ke pom bensin gue rasanya pengen ngejambak rambut si abangnya dari belakang.
Rasanya kesel, kesel sampay gue hentakin kaki berkalikali tanda gue ngga setuju berat sama keputusannya buat isi bensi saat itu.
ya tapi gue mikir lagi, aaahhhh isi bensin ngga sampay 5menit kok.
dan emosi gue kembali teredam.

kalau gue naik angkot, gue lagi cape dan didukung dengan udara yang panas, eeehhhhh si abangnya bawa mobil endut2tan alias rem-jalan rem-jalan, rasanya gue pengen turun terus nyetop angkot lain yang lebih jago nyetir dan pas lewat angkot gue yang pertama, gue kasih si abangnya MIDDLE FINGER yeah.
tapi gue mikir lagi, ah namanya juga tukang angkot, belajar nyetir cuman sekedar jalan rem sama mundur doang.
dan emosi gue kembali teredam.

kalau gue naik angkot, lagi biasa atau cape atau buru2 terus si abangnya bentar2 ngetem,
aaaaaaaaaaaa rasanya pengen gue jerowokin kalau perbuatanhnya itu sangat menjengkelkan.
tapi gue mikir lagi, tukang angkot ini pasti punya keluarga, punya istri dan anak yang jadi tanggung jawab dia,kalau ngga dengan begini, menunggu dan berhenti disetiap gang yang dia lewatin dimana dia dapat uang? apa kabar nanti sama anak dan istrinya? 
dan emosi gue kembali teredam.


Nah ketidaksesuaian hukum diferensiasi sosialnya dimana?
Liat dulu contoh2 lainnya ya...
banyak orang yang ngga liat dari sisi2 yang tadi.
Pernah gue seangkot sama ibu2 pegawai pabrik gitu, abang angkotnya emang ngetem lumayan lama, terus si ibunya marah2 bilang si abangnya buang2 waktunyalaaaaahhhh, apalah, terus uda dia ngerasa cukup meluapkan emosinya dia turun tanpa bayar dan naik ke angkot lainnya.
gue liatnya miris.
iya, gue tau emang menunggu adalah sesuatu yang sangat menyebalkan, tapi apa ngga terlintas gitu dipikirannya kalau ngga dengan ngetem, menunggu dan berharap penumpang yang harga paling mahalnya Rp.2500 naik ke angkotnya, dari mana dia dapat uang?
angkot itu mengejar setoran, kalau setorannya ngga ke kejar, makan apa dia hari itu?
apa kabar sama keluarganya?
bagaimana kalau yang jadi abangnya itu adalah orang tua kita?
terus kalau ngga ada angkot mbak mau naik apa?
jangan merasa paling oke dulu tolong, disini kita saling melengkapai, saling mengisi satu sama lain.
inget kan pelajaran PPKN waktu SD, kalau manusia adalah mahluk sosial, nggak bisa hidup sendiri.
jadi please ya, jangan egois!

oke, gue tau angkot emang sangat2 menyebalkan.
oke, gue tau ada kalanya kita berfikir pake logika ngga cuma perasaan terus.
tapi disaat lo dihadapin sama situasi dimana lo FREE, dimana lo lagi ngga buru2, dan angkot lo ngetem, bisa ngga sabar dan tahan emosi?

kasus lainnya,
waktu gue SD gue punya temen anak tukang angkot.
setiap ke sekolah dia dianter papanya tapi turun jauh dari gerbang sekolah.
kalau ditanya tentang pekerjaan papanya dia ngalihin pembicaraan entah salting atau bagaimana gue ngga ngerti.
mungkin kalau lu cuman baca sampay sini opini lo pasti,
"ih, dia anak durhaka"
"harusnya gaboleh kayak gitu"
"terima kenyataan dong!"

oke, gini deh...
beda itu apa? beda itu polosnya adalah tidak sama.
perbedaan itu apa? perbedaan itu adalah sesuatu yang unik dan tidak jelek.
kalau dibedakan? dibedakan adalah sesuatu yang tidak enak dan menyesakan.ya, anak ini dibedakan.
anak ini telah di diskriminasi sama temen2 gue, hanya karena dia anak tukang angkot.
kadang sifat dia yang masih anak kecil sesuai sama umurnya yang masih 11tahun bisa kita maklum kalau dia malu apalagi ditambah cemoohan dari temen2 kelasnya, tapi lama2 dia malah seperti bener2 durhaka mungkin gue nyebutnya.
Dia jadi punya pikiran sampah kalau kerjaan papanya itu jelek dan memalukan.
GILA!
ini yang gue sebut, ketidaksesuaian hukum diferensiasi sosial dimata gue.
anak kecil yang masih polos bisa langsung ngejudge kalau profesi sebagai tukang angkot itu adalah jelek dan memalukan.
apa lo ngga merasa miris?
gue sih iya...

hey,
dimata Tuhan semua itu sama, horizontal.
ngga ada tuh acara orang berdasi lebih unggul dari orang berkaos oblong.
perbedaan itu indah,
bisa kan kita buat hukum diferensiasi sosial ini berjalan dengan semestinya?


P.S : jangan takut, jangan malu untuk nunjukin siapa kamu sebenernya, apa status sosial kamu.
you will be appreciated :)